PotretBisnis.com, JAKARTA– Permintaan kredit perbankan sepanjang kuartal I 2018 melambat dibandingkan kuartal IV 2017, terlihat dari pertumbuhan kredit baru yang terkontraksi pada setengah pertama tahun ini, menurut kesimpulan survei terhadap 40 bank umum.
Bank Indonesia dalam Survei Perbankan Triwulan I yang diumumkan di Jakarta, Selasa (17/4/2018) menyebutkan perlambatan pertumbuhan kredit baru ini sebagai pola yang biasa pada awal tahun.
Namun, survei BI juga mengakui bahwa penurunan suku bunga kredit belum mempan memantik permintaan kredit Selain itu, bank juga masih ketat menyaring pemberian kredit kepada nasabah untuk mencegah peningkatan rasio kredit bermasalah.
“Ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pertumbuhan kredit baru yang sebesar 75,9 persen pada triwulan I 2018, atau Iebih rendah dari 94,3 persen pada triwulan sebelumnya, sejalan dengan masih rendahnya kebutuhan pembiayaan nasabah di awal tahun,” kata Bank Sentral.
Namun jika dibandingkan triwulan I 2017, permintaan kredit baru menanjak dari level tahun lalu yang sebesar 52,9 persen.
Di paruh pertama tahun ini, pertumbuhan kreidt baru melambat pada semua segmen penggunaan kredit. Misalnya, untuk kredit modal kerja (KMK) tercatat penurunan SBT menjadi 84,2 persen dari 84,3 persen. Sedangkan SBT kredit konsumsi turun menjadi 16,6 persen dari 35 persen.
“Pertumbuhan kredit konsumsi melambat karena turunnya permintaan kartu kredit, kredit pemilikan rumah/kredit pemilikan apartemen dan kredit kendaraan bermotor,” tulis Bank Sentral.
Adapun di kuartal II 2018, pertumbuhan kredit baru diperkirakan meningkat karena kebijakan penyaluran kredit yang Iebih Ionggar, terutama pada suku bunga kredit yang Iebih rendah dan biaya persetujuan kredit yang Iebih murah.
Penurunan suku bunga kredit diperkirakan terjadi pada kredit modal kerja sebesar tiga basis poin menjadi 11,78 persen dan suku bunga kredit konsumsi turun delapan basis poin bps menjadi 14,50 persen . Bank Sentral mensurvei perbankan dengan responden sebanyak 40 bank umum yang memiliki pangsa kredit hingga 80 persen dari total kredit. Indikator jawaban survei menggunakan metode SBT.










