
PotretBisnis.com, MEDAN- Silikon diianggap beragam oleh sejumlah orang. Ada yang positif dan ada yang beranggapan negatif. Pada sebagian orang menganggap penggunaan silikon berbahaya, namun sebagian lain menganggap perlu untuk memperindah bentuk tubuh. Penggunaan silikon dengan cara yang tidak benar, bukannya mendapatkan hasil cantik, malah menimbulkan efek negatif.
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekontruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI) Wilayah Sumatera Utara (Sumut), Frank Bietra Buchari menuturkan penggunaan silikon dalam kehidupan sehari-hari sangat luas dan kehadirannya terbukti memberi manfaat yang besar bagi kehidupan masyarakat dan di bidang kesehatan. Dan penggunaan silikon adalah hal yang lumrah khususnya dibidang bedah plastik. Tetapi, perlu ada pemahaman yang benar tentang silikon. Dimana, silikon itu adalah polimer yang terdiri dari beberapa jenis, ada yang cair, gel dan padat.
“Penggunaannya juga sangat luas, mulai untuk pembuatan oli, lem, dodot botol hingga produk perawatan rambut. Dibidang medis, silikon digunakan antara lain pada alat katup jantung, alat infus, lensa kontak dan kateter urin,” ujarnya, Rabu (12/8).
Dia menambahkan, untuk bedah plastik, silikon padat dan gel umumnya digunakan sebagai implan karena tubuh manusia tidak memberikan reaksi yang berarti atas kehadiranya. Biasanya silikon digunakan sebagai implan untuk memperbesar payudara, meninggikan hidung, meninggikan tulang pipih atau memanjangkan dagu. Selain sebagai implan, silikon juga dapat bermanfaat dalam perawatan bekas luka pasca operasi bedah plastik. Silikon untuk perawatan bekas luka berupa silicone sheet atau silikion gel.
“Tetapi, banyak yang salah memanfaatkan silikon. Seperti yang datang ke praktik saya, dalam dua minggu bisa datang satu orang pasien dengan keluhan kegagalan memakai silikon. Dan itu rata-rata karena memakai silikon cair,” jelas dia.
Dijelaskan dokter spesialis yang praktik di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan, Rumah Sakit (RS) Columbia Asia Medan dan RS Setia Budi Medan ini, dokter bedah plastik sekarang ini sudah tidak ada lagi yang menggunakan silikon cair karena sangat tidakk baik efeknya jika disuntikkan ke tubuh. Silikon yang digunakan dokter sekarang ini adalah silikon padat dan gel, karena lebih aman. Namun, tambah dia, silikon ini adalah alternatif terakhir dalam pengobatan, dan disarankan agar jangan pernah mau untuk dilakukan penyuntikan silikon di semua bagian tubuh, apalagi oleh orang yang tidak profesional dan bersertifikat.
“Karena dapat membuat radang, granuloma dan infeksi. Dan jika digunakan dalam jumlah yang banyak, dapat menyebabkan kematian. Karenanya, jika mau menggunakan silikon, konsultasi dengan ahli yang punya kredibilitas dan kepakaran,” tukas dia.
Sementara Brand Manager Dermatix, PT Transfarma Medica Indah, Irvani Risyda menjelaskan sekarang silikon lazim digunakan untuk perawatan bekas luka, baik yang ditimbulkan pasca operasi, maupun yang disebabkan oleh kecelakaan sehari-hari. Dan perawatan bekas luka dengan menggunakan silikon gel hingga kini masih merupakan jenis perawatan yang direkomendasikan para ahli bedah plastik.
“Selain dianggap paling aman, mudah dan ekonomis, serta memberikan efek yang memuaskan bisa dibandingkan dengan jenis perawatan bekas luka lainnya,” ujarnya. PotretBisnis/Andi Rambe








