PotretBisnis.com,MEDAN- Perekonomian Indonesia saat ini kian terpuruk akibat tingginya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat . Bila kondisi ini dibiarkan akan semakin berdampak dan merugikan banyak pihak baik itu para pelaku UKM dan para pengusaha yang setiap bulannya menanggung beban yang besar akibat rasio keuangan. Perusahaan besar yang biasanya membayar karyawan dengan nilai mata uang dolarpun juga semakin kesulitan apalagi masyarakat sebagai pelaku UMKM. Hal itu diungkapkan Pengurus Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Sumatera Utara Ahmad Khairuddin, di Medan, Kamis (26/3).
“Masyarakat sudah semakin terbebankan dengan naiknya harga bahan bakar minyak beberapa waktu lalu. Hal itu mendongkrak peningkatan harga sembako serta daya beli yang semakin berkurang. Presiden dan kabinetmya harus segera mengambil kebijakan yang tepat dalam mengatasi masalah tersebut agar negara ini bisa diselamatkan dari multi krisis, krisis ekonomi, krisis politik dan krisis kepercayaan masyarakat kepada pimpimpin,” Ujarnya.
Dia menambahkan, dari setiap rezim yang berkuasa sepertinya mengikuti kebiasaan buruk dengan memperbanyak utang di luar negeri. “Sepertinya mereka sangat bernafsu untuk mencari pinjaman keluar negeri. Boleh saja jika pemerintah melakukan kerja sama terhadap negara lain untuk kepentingan rakyat Indonesia dalam segala sektor, tapi jangan melakukan kerjasama dengan mengedepankan kelompok tertentu. Itu bukanlah solusi untuk mengatasi masalah bangsa ini. Pemerintah harus berpikir mencari sumber dana lokal dengan mengurangi pos pos anggaran yang dianggap tidak perlu begitu juga BUMN dan sektor lain,”Tegas khairuddin yang juga aktivitis Angkatan Muhammadiyah Sumatera Utara. (PotretBisnis.com/Andi Rambe)










