PotretBisnis.com, MEDAN– Nasabah asuransi PT Axa Mandiri mengamuk setelah gugatannya hanya dikabulkan setengah oleh hakim dalam persidangan di Balai Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Medan, Selasa (12/1).
Apriadi Gunawan seorang nasabah, yang sehari-hari berprofesi sebagai wartawan harian The Jakarta Post tak kuasa menahan emosinya mendengar putusan hakim BPSK Medan. Pasalnya, nilai gugatan yng dikabulkan hanya Rp 65 juta, sementara kerugian Apriadi yang diambil Axa Mandiri Rp 75 juta.
“Hakim telah menyatakan Axa Mandiri bersalah dan mengabulkan gugatan saya meski sebagian, tapi kenapa justru hakim menetapkan kerugian yang harus diganti Axa Mandiri dibawah total investasi saya. Saya duga ada yang tidak benar pada putusan hakim ini, patut diusut,” kata Apriadi kepada wartawan usai menghadiri persidangan di BPSK Medan.
Apriadi yang tercatat sebagai nasabah Axa Mandiri sejak 2012 menyatakan tidak ikhlas jika uangnya “dirampok” lewat cara-cara yang tidak beretika melalui kedok asuransi. Ironisnya, kata Apriadi, sampai saat ini pihak Axa Mandiri tidak pernah menjelaskan kepadanya penyebab berkurangnya uang tabungannya tersebut.
Apriadi mengaku telah menunggu lama agar pihak Axa Mandiri menjelaskan kehilangan tabungan asuransinya. Sayangnya, kata Apriadi, sampai saat ini itikad baik itu tidak ada ditunjukkan oleh pihak Axa Mandiri.
“Saya tidak akan membiarkan kasus ini berhenti, sya akan terus cari keadilan. Saya akan terus berupaya agar apa yang jadi hak saya dapat dikembalikan,”teriaknya sembari meminta pihak Axa Mandiri membayarkan seluruh kehilangan dana tabungannya sebesar Rp 75 juta.
Pihak perwakilan Axa Mandiri yang hadir dalam persidangan di BPSK hanya tertegun diam saat Apriadi mengamuk karena merasa telah ditipu oleh Axa Mandiri. Hakim BPSK yang mengadili perkara gugatan Apriadi juga terdiam.
“Axa Mandiri telah bertindak dzolim terhadap nasabahnya, saat merekrut nasabah bersikap manis tapi tiba giliran nasabah punya masalah dengan tabungan asuransinya justru bersikap cuek, tidak peduli. Asuransi seperti apa itu,” tutupnya. PotretBisnis/Rel/andi rambe