Home Terkini Roadshow “Prahara Pulau Emas” Hadir di Medan, PFI Rekam Kisah Bencana Sumatera dari Aceh hingga Sumbar
Terkini

Roadshow “Prahara Pulau Emas” Hadir di Medan, PFI Rekam Kisah Bencana Sumatera dari Aceh hingga Sumbar

Share
Share

PotretBisnis.Com, MEDAN-Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan menghadirkan roadshow pameran foto jurnalistik “Prahara Pulau Emas” di Atrium Plaza Medan Fair, Rabu (19/8/2026). Pameran yang berlangsung hingga 21 Agustus 2026 tersebut merekam jejak bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui karya para pewarta foto.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi pameran tersebut. Menurut Rico, karya-karya foto yang ditampilkan memberikan makna mendalam bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang pernah terdampak bencana.

“Foto ini tentu bisa banyak menceritakan banyak hal dan memberikan pesan bagi kita bagaimana kita harus merawat bumi kita, merawat daerah sekitar kita, dan bagaimana juga kita harus terus berjuang untuk bumi yang kita cintai, daerah yang kita cintai,” kata Rico.

Ia mengatakan, pesan yang disampaikan melalui foto tidak berhenti pada dokumentasi bencana. Karya tersebut juga menggambarkan semangat masyarakat untuk bangkit dan melakukan pemulihan setelah bencana.

“Setelah adanya bencana, ada pesan juga di dalam foto-foto ini, bagaimana kita harus recover, harus bangkit kembali yang nantinya harus kita perbaiki dan mudah-mudahan bisa kembali seperti sedia kala,” ujarnya.

Rico menilai karya para pewarta foto bukan sekadar dokumentasi, tetapi juga memiliki nilai seni dan jurnalistik yang dapat terus dipelajari dan dinikmati dalam jangka panjang. Foto-foto tersebut, kata dia, dapat menjadi pengingat sejarah bahwa Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat pernah mengalami bencana besar.

“Ini bukan hanya sekadar dokumentasi, tapi termasuk menjadi karya seni, karya-karya jurnalistik yang membawa pesan yang tentunya bisa terus dilihat dan menjadi konsumsi secara akademisi, artistik, dan juga bisa dinikmati hingga masa waktu yang ke depannya,” katanya.

Karena itu, Rico menyampaikan apresiasi kepada seluruh pewarta foto yang terus menjalankan tugas menyampaikan informasi secara visual.

“Kami sekali lagi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Pewarta Foto Indonesia yang terus berjuang memberikan sebuah informasi secara visual, terutama visual yang memberikan makna cerita maupun sisi jurnalistik tersebut. Kami mendoakan agar mereka tetap sehat dan mudah-mudahan dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Rico juga menegaskan Pemko Medan siap membuka ruang kolaborasi dengan PFI untuk mendukung kegiatan serupa ke depan.

“Pemerintah siap membuka diri untuk berkolaborasi,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator PFI Wilayah Sumatera Hendra Syamhari mengatakan, pameran “Prahara Pulau Emas” merupakan bagian dari rangkaian roadshow fotografi jurnalistik yang digelar di sejumlah daerah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan peluncuran buku foto “Prahara Pulau Emas” di Yogyakarta pada Sabtu (25/7/2026). Setelah itu, pameran digelar di Istana Pagaruyung, Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, pada 27-31 Juli 2026.

Pameran kemudian berlanjut di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, pada 3-8 Agustus 2026, sebelum hadir di Medan.

“Pameran foto ini mencatatkan sejarah kepada anak cucu kita, bahwa di Pulau Sumatera pernah terjadi bencana besar,” kata Hendra.

Pameran yang diinisiasi PFI Pusat bersama Yayasan Mata Waktu, PLN, serta sejumlah pihak yang mendukung kegiatan tersebut menampilkan rekaman visual bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sebanyak 68 karya foto dari 48 pewarta foto dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jakarta, serta sejumlah daerah lainnya di Indonesia ditampilkan dalam pameran tersebut.

Hendra mengatakan, para pewarta foto tetap menjalankan tugas di tengah kondisi berbahaya untuk merekam situasi bencana secara langsung.

“Jurnalis foto adalah profesi yang kerap melupakan diri demi tugas. Saat bencana menerpa, para pewarta menembus banjir dan menerjang bahaya tanpa memikirkan kondisi rumah sendiri atau keluarga yang ditinggalkan. Yang ada di pikiran mereka hanyalah memastikan kamera siap bekerja untuk mengabarkan kondisi sebenarnya kepada dunia,” ujarnya.

Menurut Hendra, karya pewarta foto juga memiliki peran penting di tengah maraknya berita bohong atau hoaks. Para pewarta foto akan terus berkomitmen merekam berbagai peristiwa secara jujur sesuai hati nurani untuk menyajikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Pameran tersebut turut dihadiri Kepala BPBD Kota Medan Yunita Sari, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan Wandro Abadi Agnellus Malau, Kepala Dinas Sosial Kota Medan Khoiruddin Rangkuti, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan Arrahmaan Pane, Direktur SDM PUD Pasar Medan Rudi, Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik, Ketua PFI Medan Riski Cahyadi, Ketua Panitia Pameran Irsan Mulyadi, Mall Director Plaza Medan Fair Lisa Candra, serta unsur terkait lainnya.

Turut hadir pimpinan Kampung Matfa Tuan Imam, perwakilan XL Smart Aldi Desmet, para pewarta foto se-Sumatera Utara, jurnalis, mahasiswa dan undangan lainnya. (PB/Andi)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles
logistikTerkini

Awarding PortPress 2026, PTP Nonpetikemas Apresiasi Karya Jurnalistik dan Sinergitas Bersama Media

PotretBisnis.Com, JAKARTA– PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) sebagai bagian dari Pelindo...

Terkini

PLN Peduli Salurkan 150 Paket Bantuan untuk Korban Banjir di Kabupaten Labuhan Batu Utara

[vc_row][vc_column][vc_column_text]PotretBisnis.com,Labuhan Batu Utara,-Cuaca ekstrim yang terjadi di penghujung tahun ini banyak memicu...

PolitikTerkiniUmum

Menparekraf Resmikan Gedung Rektorat Poltekpar Medan

PotretBisnis.com, MEDAN - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif...

Terkini

PotretBisnis.com, MEDAN-Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf)...