PotretBisnis.Com, MEDAN-PT Pelabuhan Tanjung Priok Cabang Palembang terus memperkuat perannya dalam mendukung kelancaran rantai pasok industri pupuk nasional melalui layanan bongkar muat di wilayah Sumatera Selatan.
Sebanyak 4.509 ton pupuk kemasan jenis Muriate of Potash (MOP) dibongkar di dermaga PTP Nonpetikemas Palembang dari kapal MV Gold Spring yang berasal dari Pelabuhan Cuo Lo, Vietnam. Kegiatan bongkar muat yang berlangsung sejak 14 April hingga 19 April 2026 ini dilakukan oleh PBM PT Kharisma Bahari dengan dukungan fasilitas seperti jib crane, hopper, dan grab.
Komoditas tersebut merupakan bahan baku impor milik PT Pupuk Sriwidjaja yang akan digunakan untuk produksi pupuk majemuk NPK, guna menjaga ketersediaan pupuk dan mendukung sektor pertanian nasional.
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Palembang, Ade Affandi, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung distribusi logistik komoditas strategis.
“Kami berkomitmen penuh untuk mendukung kelancaran distribusi pupuk sebagai komoditas strategis nasional. Melalui dukungan fasilitas dan pelayanan operasional yang optimal, kami berharap proses distribusi ini dapat berjalan lebih efisien dan tepat waktu, sehingga mampu menunjang kebutuhan industri pupuk serta sektor pertanian di wilayah ini,” ujarnya.
Selain itu, PTP Nonpetikemas juga terus melakukan transformasi digital melalui implementasi PTOS-M (Pelindo Terminal Operating System Multipurpose) untuk meningkatkan efisiensi dan standardisasi layanan operasional pelabuhan.
Secara kinerja, pada triwulan I 2026, throughput PTP Nonpetikemas tercatat mencapai 12,4 juta ton atau tumbuh 3,84% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
SM Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami, menyampaikan bahwa perusahaan terus menghadirkan layanan terminal nonpetikemas yang andal dan terintegrasi.
“PTP Nonpetikemas sebagai bagian dari Pelindo Group terus menghadirkan layanan terminal nonpetikemas yang andal dan terintegrasi. Kami berpengalaman dalam menangani berbagai jenis kargo, mulai dari curah cair, curah kering, hingga general cargo,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan distribusi bahan baku pupuk dapat berjalan lancar dan berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas pertanian nasional.
PT Pelabuhan Tanjung Priok Cabang Palembang terus memperkuat perannya dalam mendukung kelancaran rantai pasok industri pupuk nasional melalui layanan bongkar muat di wilayah Sumatera Selatan.
Sebanyak 4.509 ton pupuk kemasan jenis Muriate of Potash (MOP) dibongkar di dermaga PTP Nonpetikemas Palembang dari kapal MV Gold Spring yang berasal dari Pelabuhan Cuo Lo, Vietnam. Kegiatan bongkar muat yang berlangsung sejak 14 April hingga 19 April 2026 ini dilakukan oleh PBM PT Kharisma Bahari dengan dukungan fasilitas seperti jib crane, hopper, dan grab.
Komoditas tersebut merupakan bahan baku impor milik PT Pupuk Sriwidjaja yang akan digunakan untuk produksi pupuk majemuk NPK, guna menjaga ketersediaan pupuk dan mendukung sektor pertanian nasional.
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Palembang, Ade Affandi, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung distribusi logistik komoditas strategis.
“Kami berkomitmen penuh untuk mendukung kelancaran distribusi pupuk sebagai komoditas strategis nasional. Melalui dukungan fasilitas dan pelayanan operasional yang optimal, kami berharap proses distribusi ini dapat berjalan lebih efisien dan tepat waktu, sehingga mampu menunjang kebutuhan industri pupuk serta sektor pertanian di wilayah ini,” ujarnya.
Selain itu, PTP Nonpetikemas juga terus melakukan transformasi digital melalui implementasi PTOS-M (Pelindo Terminal Operating System Multipurpose) untuk meningkatkan efisiensi dan standardisasi layanan operasional pelabuhan.
Secara kinerja, pada triwulan I 2026, throughput PTP Nonpetikemas tercatat mencapai 12,4 juta ton atau tumbuh 3,84% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
SM Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami, menyampaikan bahwa perusahaan terus menghadirkan layanan terminal nonpetikemas yang andal dan terintegrasi.
“PTP Nonpetikemas sebagai bagian dari Pelindo Group terus menghadirkan layanan terminal nonpetikemas yang andal dan terintegrasi. Kami berpengalaman dalam menangani berbagai jenis kargo, mulai dari curah cair, curah kering, hingga general cargo,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan distribusi bahan baku pupuk dapat berjalan lancar dan berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas pertanian nasional.











