PotretBisnis.Com, JAKARTA-Gelombang demonstrasi belum padam di berbagai daerah di Indonesia. Rentetan aksi massa ini semakin memuncak setelah meninggalnya pengemudi ojol Affan Kurniawan akibat terlindas kendaraan taktis Brimob Polri.
Menanggapi demonstrasi masif itu, Presiden Prabowo Subianto berjanji untuk tidak mundur selangkah pun. Ia juga menuduh ada kelompok-kelompok yang berupaya mengguncang stabilitas bangsa, bahkan mengarah ke makar.
Menurutnya, langkah Prabowo tidak hanya menyoroti mafia migas, tetapi juga menyentuh persoalan serius lain, termasuk korupsi di tubuh BUMN dan pembahasan tantiem dengan nilai mencapai triliunan rupiah.
“Kenapa di saat semua itu Bapak buka dan mulai bersih-bersih, semakin Bapak yang diserang,” tambahnya.
Pernyataan senada juga datang dari Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding. Melalui unggahan di waktu yang hampir bersamaan, Karding turut menyebut nama Riza Chalid sebagaimana disampaikan Trenggono.
“Hari ini, ketika Bapak Prabowo mulai membuka, menerbitkan, dan membersihkan, justru serangan semakin deras datang kepada beliau. Karena setiap upaya pemberantasan selalu melahirkan perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini diuntungkan,” ungkap Karding. (nt/kcm)










