PotretBisnis.Com, MEDAN-Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI Musa Rajekshah menyoroti belum tuntasnya penanganan banjir rob di Kota Medan, khususnya wilayah Belawan dan Medan Utara.
Hal tersebut disampaikannya saat meninjau pemulihan infrastruktur pascabencana di Lokasi Pengendalian Banjir, Tanggul Laut Belawan, Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan, Kamis (9/5/2026).
Bersama para Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah, menjelaskan meskipun pembangunan tanggul telah dilakukan di beberapa titik, namun hingga saat ini permasalahan banjir rob masih belum terselesaikan secara menyeluruh.
“Banjir rob di Belawan dan Medan Utara ini sebenarnya belum selesai. Memang sudah ada pembangunan tanggul, tapi belum tuntas secara keseluruhan,” kata Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah.
Ijeck menjelaskan, dari hasil peninjauan di lapangan, masih terdapat sejumlah titik yang belum dibangun tanggul, sehingga air laut masih dengan mudah masuk ke permukiman warga.
Selain itu, rumah pompa yang telah dibangun juga dinilai belum bekerja secara maksimal, sehingga belum mampu mengatasi genangan secara efektif.
“Kita lihat tanggulnya belum menyeluruh, masih ada yang belum terbangun. Rumah pompa juga belum maksimal, jadi air belum punya jalur keluar yang jelas,” ungkapnya.
Musa Rajekshah menambahkan, selama ini masyarakat terus mengeluhkan kondisi tersebut. Di sisi lain, pemerintah daerah juga menghadapi kendala karena kewenangan pengelolaan badan sungai berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum.
Untuk itu, pihaknya mendorong adanya koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta Balai Wilayah Sungai guna mencari solusi terbaik dalam penanganan banjir rob di kawasan tersebut.
“Kami datang ke sini untuk memastikan permasalahan ini bisa diselesaikan. Kita akan duduk bersama mencari solusi terbaik agar banjir rob ini bisa segera dituntaskan,” tegasnya.
Politisi Partai Golkar ini pun meminta masyarakat untuk bersabar, sembari memastikan bahwa permasalahan ini akan menjadi perhatian serius pemerintah agar segera mendapatkan solusi yang konkret dan menyeluruh.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap menjelaskan bahwa penanganan banjir di wilayah Medan Utara, khususnya banjir rob, membutuhkan kolaborasi lintas daerah dan instansi.
Zakiyuddin menegaskan, persoalan banjir tidak bisa diselesaikan secara parsial oleh satu pihak saja, melainkan harus melibatkan pemerintah provinsi, kabupaten/kota sekitar, hingga pihak terkait lainnya.
“Untuk mengurangi banjir di Medan Utara, ini harus kita selesaikan bersama. Tidak bisa sendiri, harus melibatkan pemerintah provinsi, Deli Serdang, Kota Medan, serta pihak-pihak terkait lainnya,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Bang Zaki ini juga menyoroti pentingnya penanganan aliran sungai yang melintasi Kota Medan, seperti Sungai Belawan dan Sungai Deli, yang menjadi bagian dari sistem pengendalian banjir di kawasan tersebut.
Menurutnya, selain pembangunan tanggul, persoalan lahan dan pengelolaan wilayah sungai juga menjadi faktor penting yang harus diselesaikan secara terpadu.
“Mudah-mudahan ke depan kita bisa duduk bersama, menyusun langkah yang terintegrasi agar persoalan banjir ini bisa ditangani secara menyeluruh,” pungkasnya.










